Sang Storyteller Jenius

"Makanya kalau ngaca, jangan ngaca di air keruh."

Kalimat peribahasa jadi-jadian itu meluncur begitu saja dari mulut A Xiang ketika membalas olokan merendahkan yang sudah kelewat batas dari seorang teman kampus kami. Perlu beberapa waktu bagiku untuk memikirkan kalimat itu. Rasanya kalimat itu mirip sebuah peribahasa yang aku pelajari di kelas Bahasa Indonesia waktu SD dulu. Tapi kok rasanya juga bukan sebuah peribahasa yang benar. Ooooohhh...akhirnya pikiranku mulai mengerti! Ternyata itu peribahasa buatan dia sendiri. Dan artinya ternyata cukup dalam. Berkaca di air keruh itu berarti kita tidak akan bisa melihat kekurangan kita dengan jelas. Jadi sebelum merendahkan orang lain, sebaiknya kita berkaca di air yang jenih supaya kita bisa melihat kalau kita juga tidak lebih baik dari orang lain. Wow! Aku memikirnya hal ini beberapa menit lamanya, tapi A Xiang menceploskan peribahasa buatan itu tanpa berpikir. Ya, seolah pikirannya sudah memiliki ribuan perbendaharaan kata yang siap untuk dirangkai dan diucapkan mulutnya. Kembali ke teman kampus antagonis itu. Dia terdiam. Tidak bisa membalas perkataan A Xiang. Dan seingat saya, sejak hari itu dia tidak pernah mengolok A Xiang lagi. Bravo!

Setiap orang pasti memiliki bakatnya masing-masing dan A Xiang memiliki bakat untuk bercerita. Bercerita yang bagaimana? Kalau ada genrenya, A Xiang ini adalah seorang komedian. Ditunjang oleh fisik yang mungil, putih, dan semakin membulat, saat ini A Xiang sedang menjalani tahun-tahun terbaiknya. Hampir semua orang menyukainya dan tidak bisa menahan tawa ketika A Xiang bercerita. Ketika mendengar A Xiang sedang bercerita, kita seakan-akan dibawa ke TKP. Ceritanya detail, emosinya kuat, dan pikiran kita akan dipaksa untuk memvisualisasikan cerita A Xiang. Biasanya ending dari cerita-cerita A Xiang selalu diikuti dengan tawa menggelegar.

Kalau sudah begitu, banyak orang yang suka berteman dengan cowok yang koleksi sepatunya hampir menyetuh tiga digit ini. Kalau aku sedang hang out sama dia di Mal atau di manapun, A Xiang selalu bertemu dengan teman-teman yang tidak aku kenal. Bukan satu, bukan juga dua, banyak pokoknya. Orang-orang yang kenal A Xiang tidak mengenal usia. Mulai dari seumuran sampai orang tua, mereka selalu tersenyum ketika melihat A Xiang. Bahkan, papa mertua saya yang ekspresi wajahnya cool langsung berubah drastis ketika berjumpa A Xiang. Aku pun mulai mengamati lebih jauh. Ternyata, kalau dipikir-pikir, setiap kali A Xiang kenal dengan satu orang, hanya berselang beberapa saat, dia sudah bisa kenal dengan ayahnya, bibinya, neneknya, sepupunya. Jadi pekerjaannya sekarang sebagai Konsultan Keuangan sangatlah tepat 100%! Aku sempat bilang ke A Xiang waktu awal-awal memutuskan untuk mengerjakan asuransi, "aku yakin kamu pasti sukses! You are born to do this job!".

Banyak teman bukan berarti banyak sahabat juga. A Xiang selektif dalam memilih sahabat. Walau mulutnya (baca: bahasa suroboyo bilang) keakean cocot, tapi kalau sudah menyentuh kehidupan pribadi, A Xiang tergolong tertutup. Aku satu dari sedikit yang sangat beruntung telah menjadi sahabatnya. Jadi sedikit banyak, aku tahu bahwa dibalik hingar bingar kehidupan A Xiang yang disukai banyak orang, ada sebuah perjuangan yang berat di baliknya. Aku salut dan bangga melihat apa yang telah dilaluinya sebelum saat ini. Tantangan berat yang dijalani A Xiang membutuhkan sebuah ketekunan yang ekstra. Namun, lebih jauh lagi aku melihat ketekunan saja tidak akan mampu membawa dia kepada kesuksesan. Dibutuhkan karya Tuhan Yesus yang menjadi puzzle pelengkap dalam kisah hidup A Xiang yang sukses. Dan saat ini, aku menjadi salah satu saksi pertumbuhan iman  A Xiang dalam mengikuti Yesus. Aku juga mendapat bonus karena saat ini dia tergabung dalam komsel Alayers dan telah memutuskan untuk berjemaat di gereja yang sama.  Jadi minimal dua kali seminggu, aku pasti bisa ketemu dia. Bukan cuma aku dan istriku, tapi teman-teman Alayers telah mendapatkan berkat luar biasa dari pribadi A Xiang.

Terima kasih A Xiang. Sebelum menulis ini, aku tidak sengaja menemukan sebuah file foto dimana kamu sedang membantu pernikahanku hampir tiga tahun yang lalu. Sahabat sejati adalah orang-orang yang selalu ada di setiap momen-momen penting sahabatnya. Dan begitu banyak momen penting sejak kita kenal di Kampus sampai saat ini. Dan semua itu bisa terjadi karena kita memperjuangkan dan mengusahakan persahabatan. Ya, kalau tidak saling memperjuangkan dan mengusahakan, maka persahabatan bisa kadalauarsa. Selamat ulang tahun yang ke-30 sobat! Doaku hanya satu buat kamu. Sang Pencipta punya maksud memberikan bakat-bakat yang sedang kamu hidupi sekarang. Jangan hanya jadi Storyteller untuk menyenangkan orang-orang, tapi juga jadilah Storyteller untuk menyenangkan Tuhan Yesus. Supaya lewat bakatmu, nama Yesus semakin dikenal orang. Aku melihat kamu seperti Petrus yang dipanggil untuk menjala manusia. Apa pun yang terjadi, tetaplah cinta Yesus, Xiang karena Yesus tidak pernah berhenti untuk mencintai kamu, apa pun yang terjadi.