Pendeta Casual Yang Tidak Populer


Rambutnya cepak, tidak terlalu tinggi, sering memakai t-shirt nasionalis serta jam tangan bertali merah, dan sepertinya memiliki indra keenam ketika menyetir mobil.

Saya agak lupa kapan tepatnya pertama kali menumpang di mobil Cik Hanna (begitu saya memanggilnya) namun saya masih ingat bagaimana kelihaiannya dalam mengendalikan gigi kopling dan topik konseling di saat yang bersamaan. Pendeta yang juga menjadi ibu gembala di sebuah gereja sel ini adalah kakak, sahabat, sekaligus pemimpin saya dalam keluarga Kristus. Dia adalah salah satu dari sedikit orang yang memegang peranan super penting dan genting dalam kehidupan saya yang penuh gejolak. Salah satu sesi konseling favorit saya bersama dia adalah ketika secara spontan saya diajak ke pizza hut untuk menyelamatkan saya dari emotional breakdown.

Pada umumnya, konselor hanya mendengar dan berusaha menasehati, dan yang paling ekselen, ikut mendoakan orang-orang yang datang untuk menceritakan masalahnya. Namun, apa yang dilakukan oleh penggemar olahraga bulu tangkis ini adalah lebih dari itu. Dia ikut menangis bersama dengan saya ketika saya berada di titik terendah dalam iman saya. Saya merasakan perlindungan dan pembelaan yang luar biasa dalam salah satu petualangan iman terbesar saya bersama Yesus. Syukurlah saat-saat tersebut telah berakhir dengan sangat manis, namun apa yang dia lakukan pada masa-masa tersebut tidak akan berlalu begitu saja dari kenangan saya dan istri saya.


Berbicara mengenai kehidupannya sendiri, kita dapat menanyakan pada salah seorang sales produk filter air di sebuah swalayan besar. Sang sales sangat tidak menduga sebuah jawaban dari pertanyaan template yang diucapkannya setiap saat. “Berapa umurnya?” Saya rasa 1 dari 10 orang pun belum tentu bisa menebak umur Cik Hanna dengan tepat. Penasaran dengan kekagetannya akan jawaban fenomenal itu, sang sales melanjutkan pertanyaan kedua  yang bukan template lagi, tapi karena dia benar-benar penasaran, “Kok bisa dengan umur segitu, masih terlihat begitu muda?”. Jawaban sederhana meluncur dengan halus, “rajin minum air putih.” Karena saya sudah mengenalnya belasan tahun, jawaban sederhana tersebut sebenarnya masih ada lanjutannya. Yang pertama, dia rutin berolahraga. Selain berolahraga, menu makanan yang dimakan olehnya sangat sehat. Saya belum memiliki wawasan untuk merinci jumlah kalori dan karbohidrat menu makanannya, namun yang pasti Cik Hanna tidak memakan 90% dari apa yang menjadi menu favorit saya. Omelan tentang pola makan saya yang tidak sehat sering saya terima darinya. Walau tidak seseram omelan Bu Risma terhadap penyelenggara bagi-bagi es krim Walls gratis yang malang beberapa waktu lalu, omelan Cik Hanna sangat tajam dan tegas. Beberapa orang pernah menjadi “korban”nya. Dibalik omelan-omelannya, semua "korban"nya tahu bahwa itu adalah tanda kepedulian yang tulus darinya. 

Yang kedua adalah karena ada sukacita dan kebahagiaan sejati dalam hatinya. Cik Hanna yang sekarang adalah Cik Hanna yang berbeda dari beberapa tahun yang lalu. Dia telah mengalami transformasi dalam hal karakter dan ketetapannya untuk memilih tetap bersukacita dalam segala situasi. Hasilnya, dia lebih sering tersenyum, tertawa, dan menikmati pergumulannya seperti sebuah petualangan yang seru bersama Yesus. Hidup sehat dan hidup bahagia adalah triknya untuk mendapatkan fisik terlihat 10 tahun lebih muda.


Saya bersyukur bisa mengenal dia. Bukan hanya karena apa yang telah dia investasikan dalam hidup saya, tetapi karena dia adalah seorang teladan yang taat pada kehendak Tuhan. Seringkali, ketika dia berkotbah, dia menyampaikan firman Tuhan yang mengusik kenyamanan hidup para jemaatnya. "Saya tahu bahwa firman Tuhan yang saya sampaikan ini akan membuat saya tidak populer tapi saya tidak peduli! Yang penting kalian semua tidak celaka pada akhirnya." Memang, sampai saat ini, Cik Hanna bukan termasuk pendeta-pendeta yang tenar dan populer namun di mata saya, dia adalah sosok yang populer di mata orang-orang terdekat yang mengasihinya. Dan di mata Yesus, dia adalah salah satu pendeta yang populer di Kerajaan Surga karena pilihannya untuk melakukan kehendak Bapa.

Selamat ulang tahun Cik Hanna....semoga koleksi warna sepatu wakai nya srmakin banyak.