Football Peace!

Tidak terasa, waktu dua bulan berlalu dengan cepat. Walau sudah tahu kalau jaman sekarang waktu berlari secepat Usain Bolt, tapi tetap saja saya masih belum terbiasa. Waktu seminggu dalam liburan kali ini pun hanya berlangsung sekelebatan. Tiba-tiba, saya akan memasuki kembali hari-hari yang sibuk dengan berbagai tanggung jawab dalam pekerjaan. Namun, tidak semuanya buruk dalam cepatnya waktu bergulir kali ini. Ya, musim pertandingan sepakbola Eropa akan dimulai setelah hampir dua bulan libur!. Sudah lama saya tidak merasakan antusiasme setinggi ini dalam menyongsong dimulainya musim kompetisi Eropa. Sejak saat pertama menonton tendangan melengkung Del Piero pada kelas 4 SD (saat pertama kali saya jatuh cinta pada sepakbola) sampai sekarang, saya sangat menantikan musim kali ini. Saya beruntung memiliki DNA untuk menyukai dan menikmati olahraga paling populer di dunia ini. Saya yakin DNA ini diturunkan oleh ayah saya, yang juga gila bola. Saya begitu menikmati dinamika permainan, cerita di balik lapangan, dan masih banyak lagi kesenangan yang bisa ditawarkan oleh sepakbola. Seperti penggemar bola lainnya, saya juga memiliki tim favorit, baik di tingkat klub maupun tim nasional. Saya mendukung Juventus dan Timnas Italia dari dulu, sekarang, dan sampai selamanya! 

Saat ini, perjalanan saya dalam menjadi suporter bola sampai pada momen pemahaman yang baru. Bukan hal yang aneh bagi kami untuk mendukung tim yang kami sukai dan membenci tim lain yang kami anggap sombong atau "mbencekno!". Saya sempat terjebak dalam jebakan kebencian yang awalnya tampak remeh tersebut. Bagi penggemar akut seperti saya, porsi untuk memikirkan klub kesayangan memiliki persentase cukup besar. Jadi akhirnya performa tim, prestasi, maupun kegagalan tim akan mempengaruhi emosi dan perasaan saya. Walau cuma sesaat dan cepat berlalu, saya kini menyadari bahwa saya harus beranjak dewasa dalam hal ini. Sebagai penggemar bola yang dewasa dan memiliki "darah murni" dalam menikmati permainan ini, saya tidak boleh menyimpan perasaan yang negatif. Cacian dan hinaan terhadap tim musuh harus saya singkirkan. Nggak akan ada lagi ceritanya saya mengolok-olok tim lain dengan kata-kata yang kasar. 

Saya juga mau terus belajar untuk tidak membaca komentar-komentar kasar dari forum-forum penggemar boal di internet. Sepakbola adalah olahraga yang mengutamakan kekompakan, kebersamaan, dan kegembiraan. Dan saya, akan menikmati tiga hal itu. Menang, kalah, saya mau tetap menikmatinya dengan penuh kegembiraan. Karena itulah saya menyukai sepakbola.