Kartu AS Iblis Di Akhir Jaman: MEDIA


Sejak semula iblis adalah sutradara dari kejatuhan dosa manusia. Dusta adalah senjata utamanya karena iblis adalah pendusta dan bapa segala dusta. Iblis tidak memiliki kuasa apa pun selain dusta. Manusia jatuh ke dalam dosa karena termakan oleh dusta iblis. Bukan buah terlarang yang membuat manusia jatuh ke dalam dosa, melainkan ketidak taatan manusia akan Firman Allah dan ketidaktaatan tersebut disebabkan karena mereka disesatkan oleh dusta iblis. Iblis menyadari bahwa kelemahan utama manusia ada pada mata dan pikirannya. Bagaimana manusia pertama kali disesatkan dan jatuh ke dalam dosa? Jawabannya adalah melalui mata dan pikiran. Kejadian 3:6 mengatakan, “Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya.” 

Buah terlarang tampak sangat baik dan sedap, namun dengan memakan buah itu akan berarti sebuah perlawanan terhadap perintah Allah. Mata manusia terperdaya oleh tampilan luar buah terlarang tanpa tahu apa yang tersembunyi di dalamnya. Kalau dahulu, iblis menggunakan buah terlarang sebagai alat untuk mendustai manusia, maka sekarang iblis menggunakan sebuah alat baru dengan metode yang sama bernama media. Media merupakan senjata nomor satu yang dipakai iblis hari-hari ini untuk membantai karakter manusia. Media memiliki kemampuan untuk masuk di kehidupan sehari-hari manusia kapan pun dan dimana pun. Iblis memasukkan pesan-pesan yang bertentangan dengan kebenaran Allah ke dalam sebuah media yang dikemas dengan memikat untuk memperdaya manusia. Pesan-pesan yang terselubung itu kemudian dikonsumsi oleh manusia yang tidak menyadari bahwa pikiran mereka sedang dibawa untuk menjauh dari Allah. 

Yang lebih hebat lagi, lewat media, iblis tidak hanya mengincar manusia-manusia yang belum mengenal Yesus, tapi juga Anda! Anak-anak Tuhan yang berada di dalam gereja pun tidak bisa luput dari gencarnya peredaran media di dunia sehari-hari. Apabila Anda tidak waspada, secara tidak langsung pikiran Anda pun sedang dimasuki oleh pesan-pesan iblis yang bertentangan dengan Firman Allah.  Semakin kita terperdaya dengan pesan-pesan iblis lewat media, semakin kita jauh dari hadirat Allah dan pada akhirnya jatuh dalam dosa. Iblis tertawa ketika melihat anak-anak Tuhan terjatuh ke dalam dosa, karena dia akan dengan sangat mudah mendakwa mereka untuk semakin menjauh dari rencana Allah atas hidup mereka. Sama seperti ketika iblis memakai buah terlarang untuk menipu Hawa dengan tampilan visual, saat ini iblis memakai media sebagai alat untuk memperdaya manusia dengan berbagai bentuk tampilan audio visual yang memikat. Namun, apakah media harus kita musuhi? Jawabannya adalah tidak! Media hanyalah alat. Musuh sebenarnya yang harus kita musuhi adalah pesan-pesan jahat iblis yang menyamar dalam media.

Anak-anak Tuhan, perhatikanlah semua ini sebelum Anda mengkonsumsi media sebagai hiburan Mulai gambar bergerak dalam film sampai lirik lagu dalam musik haruslah diwaspadai. Jangan mau memasukkan hal-hal yang memuja dosa ke dalam pikiran kita yang sudah ditebus Tuhan. Apa yang kita tonton dan nyanyikan seharusnya memuliakan nama Tuhan bukan memuliakan pekerjaan iblis. Di antara jutaan hingga miliaran media yang telah diproduksi di dunia saat ini, ada banyak media-media yang memberikan pesan-pesan kebenaran. Media-media tersebut tidak melulu harus media rohani, namun banyak pula media-medai non rohani yang bisa membangun iman kita. Sebagai anak-anak Tuhan yang mau memuliakan Tuhan lewat media-media yang dikonsumsi, marilah cari tahu. Tambah wawasan kita mengenai media-media terang tersebut. Bagaimana cara mengetahui apakah media yang kita konsumsi benar atau tidak? Filipi 4:8 adalah standarnya. Banyak film, musik, dan bahkan website di internet yang mempromosikan hal-hal yang benar, mulia, adil, suci, manis, sedap didengar, serta semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji. Bombardirlah pikiran-pikiran Anda dengan media yang membawa pesan-pesan tersebut sehingga iman kita bertumbuh dalam kebenaran dan kita tidak gampang termakan dengan dusta iblis.